Merangkai kata menjadi bermakna

Wani vs Wêdi


Yèn wêdi ojo wani-wani; Yèn wani ojo wêdi-wêdi

Pepatah dalam bahasa Jawa itu artinya kurang lebih: Jika takut jangan sekali-kali berani, jika berani jangan takut-takut.

Jangan setengah-setengah, begitulah inti dari pepetah di atas. Apabila akan berbuat sesuatu akan memberikan hasil optimal bila dilakukan sepenuh hati. Resiko dan masalah akan selalu ada dan semua memerlukan kiat dan strategi untuk mengatasinya. Bahkan ada yang menganggap itu sebagai salah satu cabang seni (art).

Salah satu ilmu (alat) yang digunakan dalam menghadapi resiko adalah menajemen resiko. Ilmu manajemen selalu dilakukan dengan sentuhan nurani dan keindahan hati maka setiap orang akan menghasilkan yang selalu berbeda dalam menerapkan ilmu manajemen. Maka manajemen resiko pun sebagai salah satu seni untuk mengolah kesulitan menjadi keindahan (keberhasilan).

Bahkan koruptor pun (barangkali) menggunakan pepatah di atas. Apabila masih mempunyai rasa takut maka jangan sekali-sekali berani berbuat (korupsi) tetapi kalau sudah berani sekalian saja tanpa mengenal rasa takut. Tentu bukan bermaksud menganjurkan menerapkan untuk tujuan jahat tetapi penggunaan ilmu atau alat bantu tergantung dari penggunanya.

Pemimpin yang peragu atau setengah-setengah akan membingungkan rakyatnya. Untuk menentukan pemimpin yang sepenuh hati mengabdi pada rakyat (bangsa dan negara) sangat sulit karena harus mengetahui sepak terjangnya selama ini. Tahun 2009 ini bngsa Indonesia akan menentukan lagi para pemimpin, semaua tergantung kita (rakyat) akan memilih pemimpin yang bagaimana.

Catatan:

wani = berani; wêdi = takut (berbeda dengan pengucapan wêdhi yang berarti pasir)

Sebelumnya saya posting di: http://elfarid.multiply.com/journal/item…

Prof. DR. Ahmad Sulthoni (Dosen Fak. Kehutanan UGM ) meninggal tadi malam


Innalillaahi wainnailaihi raaji’un.

Baru saja dapat kabar duka dari kawan Ichsan Setyowibowo, seorang dosenku dulu di Fakultas Kehutanan UGM meninggal dunia tadi malam jam 22.00 WIB.

Pan Sulthoni adalah dosen di jurusan Konservasi Hutan. Posturnya yang mungil dan gayanya yang khas Banyumasan selalu terkenang walau sudah hampir 20 tahun lalu diajar beliau.

Selamat jalan guruku. Semoga amal kebaikan beliau diterima Allah SWT dan keluarganya diberi kesabaran

—- Semoga catatan ini juga sebagai woro-woro untuk kawan alumni Kehutanan UGM.

FB:http://www.facebook.com/note.php?note_id=56942645811&id=1464814334&index=0

google5405602887482578.html



KAMPANYE DAMAI PEMILU 2009


Siang hari bersilaturahim ke salah satu blog favorite untuk nongkrong Babahe Rachmad Saleh mendapat kabar tentang adanya “Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009”. Menelusuri kampanye yang dimaksud bertanya pada Mbah Google dengan keywords “Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009” ternyata diperoleh hasil yang menakjubkan. Para master SEO dari Indonesia bermunculan di hot page Google.

 

Di-track back asal muasal SEO CONTEST tersebut berasal dari Pogung177: Kontes Kampanye Damai Pemilu 2009. Hadiah yang ditawarkan sangat menarik dengan aturan yang sangat mudah: NO RULES. Pada tanggal 1 Mei 2009 penyelenggara akan membuka www.google.co.id dan urutan yang muncul di hot page adalah pemenangnya. Bila ingin mendaftar juga gratis di sini.

 

Kontes SEO yang menarik karena secara nyata ingin menyebarkan virus dalam benak para master SEO untuk memenuhi search engine dengan Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 untuk menciptakan suasana adem di dunia maya. Perang kampanye politik menjelang Pemilu 2009 juga merambah dunia maya sehingga menimbulkan suasana kurang kondusif.

 

Semoga suasana damai selama Pemilu 2009 di Indonesia benar-benar terwujud di alam nyata dan alam ghaib eh, dunia maya ini. Damai alias peace

 Dapat dibaca juga di:  KAMPANYE DAMAI PEMILU 2009

Mr. Barack Obama, You are not my president!


Gegap gempita dunia menyambut pelantikan Barack Obama sebagai presiden USA ke-44. Menandakan negeri Uncle Sam itu sebagai kapitalis sejati, presiden pun dijual dan laku keras. Topeng Obama, t-shirt, pin sampai siaran langsung pelantikan yang disaksikan jutaan pasang mata yang tentunya bertujuan menangguk keuntungan dollar.

Walaupun semalam ada siaran langsung di beberapa stasiun televisi di Indonesia tetapi saya justru beranjak tidur ketika siaran langsung dimulai. Beberapa rekan sepakat bahwa Barack Obama bukan presiden kita dan tidak ada manfaatnya ikut-ikutan euforia yang nisbi dan absurd.

Sangat kontras dengan acara pelantikan presiden kita sendiri yang tidak dianggap oleh rakyat Indonesia sendiri. Atau memang orang Indonesia kurang bisa mengemas dan menjual acara resmi menjadi lebih bisa dinikmati? Bisa juga masih ada rasa tidak enak menjual presiden sendiri.

Biarlah Amerika bersuka ria dengan presiden ke-44 mereka. Saya hanya bisa berujar, “Mr. Barack Obama, You are not my president…”

Sebelumnya saya posting di:  Category opini | 41 Comments →  | Tagged

PORNOKLAMASI


P O R N O K L A M A S I

Kami bangsa porno dengan ini menjatakan kepornoan.

Hal-hal jang mengenai porno, pornografi, pornoaksi d.l.l., di-

selenggarakan dengan tjara apa saja dan dalam bentuk jang se-

bebas-bebasnja.

Djakarta, hari …. boelan … tahoen ‘08

Atas nama bangsa porno.

Syahwat/Aurat Terbuka

(tanda tangan Syahwat)

(tanda tangan Aurat Terbuka)

Rokok Harus Berlabel Haram


Pendapat keharaman rokok sudah lama didebatkan oleh para ulama tetapi sampai saat ini belum pernah dilakukan penelusuran apa saja kandungan bahan pembuatan rokok dan bagaimana cara membuatnya. Pasti semua setuju bagi orang Islam bahwa alkohol adalah haram. Walaupun sedikit kandungan barang haramnya maka haramlah barang konsumsi tersebut.

Nah, tahukah bila dalam proses pembuatan rokok juga mencampurkan etil alkohol ke dalam tembakau? Proses pembuatan rokok di Indonesia yang berbahan baku utama tembakau dan cengkeh diberi bumbu flavour essence (sauce) yang membuat rokok kretek Indonesia berasa khas. Sauce dicampurkan ke tembakau dengan cara dilarutkan dan diencerkan terlebih dahulu dalam etil lkohol. Tak pelak lagi etil alkohol yang melarutkan sauce inilah yang kemudian diserap oleh tembakau sehingga menimbulkan rasa yang khas rokok kretek. Demikian juga dengan pembuatan rasa rokok menthol, rokok capuccinno, dll. Apabila dalam proses pembuatan rokok mengggunakan alkohol yang sudah disepakati haram bukankah berarti rokok juga haram?

Penjelasan bahwa proses pembuatan rokok menggunakan etil alkohol saya peroleh kemarin ketika diajak rekan sejawat mengikuti sosialisasi UU No.39/2007 tentang cukai. Penjelasan secara jelas oleh seorang pejabat Bea Cukai dari provinsi Jateng tentang cukai, salah satunya cukai tembakau di pabrik rokok. Proses pembuatan rokok yang ternyata menggunakan etil alkohol itu menggelitik keingintahuan saya yang kebetulan juga sedang hangat berita tentang usulan Kak Seto kepada MUI untuk mengharamkan rokok.

Saya mengajukan pertanyaan pada narasumber sosialisasi tentang kemungkinan pencantuman label haram pada rokok karena secara hukum (Islam) ada yang mengharamkan berdasar kemudharatannya serta penjelasan tentang pencampuran alkohol dalam pembuatan rokok di pabrik. Sudah layak dan saatnya rokok diberi label haram pada kemasannya untuk memberikan perlindungan kepada konsumen muslim.

Apabila saat ini pencantuman peringatan pengaruh kesehatan pada kemasan hanya bersifat hiasan maka label haram yang lebih penting juga seharusnya diberikan pada kemasan rokok. Seperti halnya makanan yang mengandung babi diberi gambar babi untuk memberikan penjelasan pada konsumen. Bila label haram itu menjadi wewenang MUI maka LPPOM juga harus bertindak mengharuskan produsen rokok mencantumkan bahan pembuat rokok dan kandungannya.

Obat-obatan yang notabene membuat sehat diharuskan mencantumkan bahan pembuatnya maka rokok yang membuat sakit dan haram juga seharusnya mencantumkan bahan pembuatannya dan kandungan di dalamnya. Terserah nanti apabila sudah diberi label haram konsumen tetap nekad berarti resiko dunia akherat ditanggung sendiri.

Jawaban pemerintah berkaitan dengan haramnya rokok selalu sama dan klise yaitu efek domino dari sudut pandang ekonomi saja tanpa memikirkan sudut pandang aqidah umat Islam yang mayoritas di Indonesia. Apakah karena cukai rokok pada tahun 2007 menyumbang kas negara sebesar Rp 44,663 trilyun?

Sebelumnya saya posting di :
 http://elfarid.multiply.com/journal/comp… dan www.sanggarmewah.co.cc

Maklumat PP Muhammadiyah: Penetapan Awal Ramadhan dan Syawal 1429 H





PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH



MAKLUMAT PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH


Nomor : 04/MLM/I.0/E/2008



Tentang:



PENETAPAN 1 RAMADHAN, 1 SYAWWAL, 1 DZULHIJJAH 1429 HIJRIYAH SERTA HIMBAUAN MENYAMBUT RAMADHAN 1429 HIJRIYAH





Assalamu’alaikum wr., wb.


           


Insya Allah bulan Ramadhan 1429 H / 2008 M akan segera tiba dan segenap umat Islam menyambutnya dengan penuh kekhusyukan dan niat ikhlas untuk menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya.



Sesuai hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan ini mengumumkan bahwa :



1.      Tanggal 1 Ramadhan 1429 H jatuh pada hari Senin Pahing 1 September 2008 M.


2.      Tanggal 1 Syawwal 1429 H (Hari Raya ’Idul Fitri) jatuh pada hari Rabu Pahing 1 Oktober 2008 M.


3.      Tanggal 1 Dzulhijjah 1429 H jatuh pada hari Sabtu Legi 29 November 2008 M. Dengan demikian maka Hari Arafah (9 Dzulhijjah 1429 H) jatuh pada hari Ahad Wage 7 Desember 2008 M, dan Hari Raya ’Idul Adha (10 Dzulhijjah 1429 H) jatuh pada hari Senin Kliwon 8 Desember 2008 M.



Berkaitan dengan kehadiran bulan Ramadhan 1429 H tersebut, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan Tausiyah Ramadhan sebagai berikut:


1.      Mengajak kepada segenap kaum muslimin untuk melaksanakan ibadah puasa (shaum) Ramadhan maupun rangkaian ibadah-ibadah yang dituntunkan Rasulullah lainnya dengan ikhlas, khusyu’, istiqamah dan kesungguhan semata-mata untuk meraih ridha dan karunia Allah SWT, sehingga dapat terpantul dalam jiwa, sikap dan tingkah laku sehari-hari yang mencerminkan kepribadian muttaqin dalam esensi yang sesungguhnya, sehingga setiap pribadi muslim benar-benar shalih secara individual dan shalih secara sosial, yang menunjukkan konsistensi kepribadian yang utuh dan kokoh. Jika setiap muslim baik perorangan maupun kolektif benar-benar berkepribadian muttaqin yang utuh dan kokoh, maka selain memiliki benteng ruhani dan moral yang kuat dalam menjalankan kebaikan (amar ma’ruf) serta mencegah keburukan (nahi munkar) pada saat yang sama akan menjadi kekuatan besar dalam ikhtiar membangun karakter bangsa di negeri ini.


2.      Mengajak kepada segenap kaum muslimin untuk menjadikan dan mengutamakan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri (muhasabah) atas segala kesalahan dan dosa-dosa dengan jalan memohon maghfirah (ampunan), berkah, dan rahmat Allah SWT disertai dengan kesungguhan bertaqarrub dan beribadah kepada-Nya serta berbuat ihsan kepada sesama manusia melalui berbagai kegiatan ibadah di bulan suci yang penuh kemuliaan tersebut.


3.      Menghimbau kepada warga Muhammadiyah untuk mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan ibadah dan aktifitas organisasi secara intensif dan sinergis sesuai ketentuan yang telah digariskan oleh agama dan Persyarikatan, seperti menggairahkan shalat berjama’ah dan melakukan pembinaan umat melalui masjid-masjid dan majelis ta’lim, ibadah shalat lail/tarawih, i’tikaf, bersilaturahim dengan kerabat dan tetangga dekat maupun jauh serta sesama komponen bangsa lainnya, menjaga ukhuwah dan persaudaraan sesama umat Islam, menolong sesama, membantu kaum dhu’afa dan mustadh’afin, berinfaq, beramal jariyah, bershadaqah dan menunaikan zakat, pengajian hari besar Islam seperti Nuzulul Qur’an, serta kegiatan-kegiatan utama yang membawa kepada keselamatan, kebahagiaan dan kemaslahatan hidup diri sendiri, keluarga, masyarakat dan dunia kemanusiaan dalam bingkai rahmatan lil ‘alamin.


4.      Mengajak kepada segenap warga Muhammadiyah dan umat Islam untuk menjadikan Ramadhan dan ’Idul Fitri sebagai proses pembaruan diri menuju kedewasaan dan kematangan dalam ber-Islam. Fenomena konflik internal di kalangan umat Islam akhir-akhir ini yang tak jarang berujung pada tindak kekerasan baik secara fisik maupun non-fisik semakin menjelaskan pentingnya menumbuhkan sikap tawadhu, tabayyun, tasamuh, ukhuwah, dan dialog secara intensif. Oleh karena itu pula  diharapkan agar seluruh pimpinan umat Islam untuk semakin merapatkan barisan dan giat melakukan konsolidasi dan pembinaan terhadap umat, terutama agar dalam mereaksi konflik tersebut tetap menggunakan pendekatan akhlaqul karimah dan mengindahkan tata aturan dan perundangan yang berlaku di Indonesia.


5.      Meminta kepada Pimpinan Persyarikatan di masing-masing tingkatan untuk menyelenggarakan pengajian Ramadhan bagi anggota pimpinan, ortom, dan amal usaha, sebagai sarana peningkatan kualitas dan pelaksanaan misi Muhammadiyah. 


6.      Mengajak kepada semua pihak, lebih-lebih industri hiburan baik media maupun pranata publik lainnya, agar menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan kebaikan, serta tidak menjual komoditi pornografi dan pornoaksi yang merusak akhlak dan tatanan bangsa demi meraih keuntungan materi. Sikap positif  yang demikian diperlukan sebagai bentuk penghormatan terhadap kehadiran bulan suci Ramadhan sekaligus bentuk pertanggungjawaban terhadap masa depan kehidupan negara. Jadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk menghentikan tayangan-tayangan yang merusak akhlaq dan peradaban bangsa.


7.      Menghimbau kepada segenap tokoh masyarakat, politisi, pejabat publik, pengusaha, dan semua elemen di tubuh pemerintahan dan masyarakat, dengan ruh atau pesan terdalam puasa dan ibadah-ibadah Ramadhan lainnya marilah kita jauhi korupsi, kebohongan publik, menindas dan merugikan sesama, menyia-nyiakan/menghianati amanat dan tanggungjawab, membiarkan kemunkaran atau bahkan melakukan kemunkaran, dan tindakan-tindakan penyimpangan serta demoralisasi lainnya dalam kehidupan pribadi dan ruang publik. Mari kita kembangkan perilaku-perilaku dan tindakan-tindakan yang otentik (fitri) sebagai cermin dari kepribadian orang-orang bertaqwa dalam kehidupan sehari-hari seperti kejujuran, kesahajaan, ketulusan, kedermawanan, kebajikan, bersikap adil, pemaaf, rendah hati, suka membela sesama dalam kebaikan dan ketaqwaan, dan kepribadian yang kokoh sehingga membawa kemaslahatan bagi kehidupan diri sendiri dan kehidupan orang banyak.



Demikian tausiyah Ramadhan ini disampaikan untuk dilaksanakan dan agar menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah menyambut bulan suci Ramadhan 1429 H. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita. Amien ya Rabbal ‘Alamin.



Wassalamu’alaikum wr., wb.



Yogyakarta, 23 Rajab 1429 H


                                                                                                 26 Juli     2008 M



Pimpinan Pusat Muhammadiyah


                 Ketua Umum                                             Sekretaris Umum





Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin, M.A.                     Drs. H. A. Rosyad Sholeh





Dapat didwonload juga pada: Maklumat, Hasil Hisab, Peta Hilal Awal Ramadhan



Sanggar Mepet Sawah


Merangkai kata menjadi bermakna di Sanggar Mepet Sawah.

1. http://elfarid.multiply.com

2.http://www.wanggarmewah.co.cc

2.http://www.sanggarmewah.uni.cc

 Contact person: elfarid@sanggarmewah.co.cc